Istriku Kembali Ke Pelukanku Setelah Berselingkuh Dengan Mantan Bosnya

Senin,26 September 2022
Rating Article
5/5
Share on Your Social Media

Untuk sebagian orang, jatuh cinta pasti sangat menyenangkan meski beberapa di antaranya merasakan pahitnya ditinggalkan. Malah terkadang banyak orang yang cintanya bersemayam hingga akhir hayat tetapi sepertinya hal-hal semacam ini tidak berlaku untuk orang sepertiku.

Pekerjaanku hanyalah supir truk yang membawa barang lintas provinsi, aku jarang sekali berada di rumah dan uang yang kuhasilkan pun sedikit. Bukan berarti aku tidak bersyukur atas semua hal baik yang terjadi, hanya saja aku memiliki istri yang ternyata menginginkan suami dengan pekerjaan jauh lebih baik.

Dari segi ekonomi, pastilah lelaki itu jauh lebih baik. Akan tetapi, dari sisi perjuangan pastilah aku yang menang. Kami menjalin hubungan selama bertahun-tahun bukan tanpa perjuangan. Untuk mendapatkannya aku harus rela bolak-balik dua pulau agar bisa bertemu dengannya.

Belum lagi kalau aku harus mengantar barang yang jauh dari pulau tempat dia tinggal. Aku harus kembali ke perusahaanku menyerahkan laporan perjalanan dan bukti pengiriman kemudian berangkat lagi ke pulau tempat ia tinggal meski hanya istirahat satu hari. Saat sedang lelah, bukan berarti aku sampai di sana dan langsung diterima oleh keluarganya.

Mereka menentang hubungan kami dan meragukan kalau aku bisa membahagiakan anaknya, atau paling tidak menafkahinya. Wajarlah orang tua mana yang ingin anaknya menikahi supir truk seperti aku, tapi apalah daya aku sudah kadung jatuh cinta. Aku kejar dia meski harus menanggung lelah yang berkali-kali lipat.

Awal mula kami bertemu ketika aku mengantarkan barang kiriman ke toko tempat dia bekerja. Ia bekerja sebagai kasir dan dipercaya mengurus aku dan temanku selama berada di sana. Mulai dari menyediakan makanan, minuman, sampai menyiapkan tempat tinggal karena kami selalu diberi waktu satu hari untuk beristirahat sebelum kembali ke perusahaan. Aku sering kali memerhatikannya, tak pernah sekalipun wajahnya terlihat murung, ia selalu ceria dan senang bercerita pada siapa pun.

Toko di desa itu sering memesan barang pada perusahaanku, semacam sudah langganan. Kebetulan ketika ada pengiriman ke toko tempat dia bekerja, aku dan temanku baru saja kembali dari provinsi lain, kejadiannya selalu seperti itu. Sebenarnya, aku sudah lama mengenal dan memerhatikannya tetapi tidak punya keberanian untuk mendekati.

Temanku yang sudah berpengalaman soal wanita memberi saran agar aku cepat mendekati sebelum dia ‘diambil’ orang lain. Sebagai permulaan, aku memberanikan diri untuk meminta nomor ponselnya dan ternyata ia berikan dengan mudah. Setelah itu kami sering berkomunikasi untuk sekadar berguyon dan menanyakan kabar. Lama-lama hubungan kami semakin dekat dan komunikasi menjadi hal wajib yang dilakukan setiap hari.

Aku merasa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mulai menyatakan cinta dan memintanya menjadi kekasihku, ternyata dengan senang hati ia menerima cintaku. Kemudian barulah perjuanganku melintasi beberapa provinsi hanya untuk bertemu dimulai.

Lima tahun berpacaran dengan pertemuan lintas provinsi yang rutin setiap bulan membuat orang tuanya luluh dan mengizinkanku menikahi anak mereka. Singkat cerita, beberapa bulan setelah lamaran aku menikahi dia di kampung halamannya dan mengajaknya ikut bersamaku setelah dua minggu berada di sana.

Hampir sepuluh tahun kerja di perusahaan itu, aku belum bisa membeli sebuah rumah dan masih mengandalkan sewa di lingkungan yang cukup padat. Aku sempat khawatir dia tidak akan senang dengan rumah yang aku sewa, tetapi aku justru melihat dia tidak mempermasalahkannya, saat itu aku yakin menjadi istri yang sangat pengertian.

Dua tahun menikah, rumah tangga kami baik-baik saja. Seluruh uang pendapatan aku serahkan seluruhnya dan dia pun pandai mengatur keuangan. Ia masih bisa menabung meski sedikit dari semua pendapatanku dan meminta izin untuk berjualan bakso tusuk agar menghasilkan pemasukan lebih.

Aku sangat bersyukur mendapatkan istri yang sangat pengertian. Aku tidak memaksanya membantu karena tetap ingin seluruh pengeluaran rumah tangga berasal dari pendapatanku. “Mungkin ia menginginkan pendapatan lebih agar lebih bebas mengatur keuangan,” pikirku saat itu.

Baru berjalan lima bulan, ternyata Tuhan berkehendak lain. Ia positif hamil tetapi kondisinya sangat lemah sehingga tidak memungkinkan untuk berjualan. Aku yang memutuskan untuk bekerja dua kali lebih keras, hari libur kugunakan untuk menjadi kuli bangunan agar biaya melahirkan istriku bisa tercukupi.

Sayangnya, ia terjatuh saat berada di kamar mandi sehingga anak di dalam kandungannya tidak terselamatkan. Ia menangis dan meminta maaf, aku memintanya untuk tidak terlalu mengkhawatirkan soal itu. Aku hanya ingin dia sehat dan menjalani hidup dengan baik.

Lima tahun pernikahan, kami tak kunjung diberi keturunan. Aku sudah tidak mengkhawatirkan soal itu dan memaksakannya untuk memberi aku keturunan. Kalaupun ia tidak bisa hamil kembali, aku akan tetap menerima dan mencintainya seperti dulu.

Layaknya rumah tangga, terkadang pertengkaran pasti terjadi. Saat itu kami habis bertengkar karena tidak biasanya ia merajuk tidak membolehkan aku ke luar kota. Sedangkan itulah pekerjaanku selama berpuluh tahun, aku marah karena atasanku sudah menunggu barang tersebut diantar ke alamat yang ditujukan.

Aku memaksa keluar dari rumah dan membiarkan dia merajuk di rumah. Perjalananku kali ini memang memakan waktu yang cukup lama, tetapi aku tetap harus melakukannya agar mendapatkan pemasukan. Selama perjalanan aku berkomunikasi dengan istriku seperti biasa tetapi memang ada perasaan aneh yang mengganjal di hatiku.

Tidak biasanya ia tidak membalas pesanku, “mungkin masih merajuk,” pikirku. Berulang kali aku menelepon untuk meminta maaf karena terpaksa pergi tetapi telepon itu tidak pernah diangkat. Aku biarkan dia merajuk di rumah dan memilih untuk menghubunginya besok pagi.

Tujuanku kali ini memakan waktu hingga tiga hari, jadi bolak balik akan sampai satu minggu. Mungkin itulah yang membuatnya merajuk karena tidak ingin ditinggal terlalu lama. Keesokkan harinya, aku kembali menelepon dia dan sudah diangkat, aku meminta maaf dan kami berkomunikasi seperti biasa.

Namun, selama berkomunikasi hanya di jam tertentu ia tidak membalas pesanku. “Mungkin ia tertidur,” pikirku, tetapi hati memang tidak bisa dibohongi. Beberapa bulan belakangan memang aku menaruh curiga padanya, entah aku mencurigai dia dengan siapa tetapi ada yang aneh dengannya.

Ternyata dugaanku benar benar terjadi. Selama saja tugas di luar daerah, dia ada main mata dengan mantan teman kerjanya. Secara tidak sengaja dia salah mengirim pesan singkat yang seharusnya dikirimkan kepada selingkuhannya.

Saya tidak ingin hal ini terjadi berlarut larut, saya terus mencari solusi untuk menyelamatkan rumah tangga saya.

Saya harus menemukan solusi untuk masalah ini.

Saya bingung. Dan Saya tidak tahu harus berbuat apa. Itu yang membuat saya berpikir sepanjang malam. Saya tidak ingin rumah tangga saya memburuk pada usia ini. Saya percaya setiap masalah pasti punya jalan keluar Itu artinya Saya harus mencari jalan keluar. Jadi saya mulai mencari “jalan keluar”.

Saya bangun dan mulai mencari solusinya di internet. Saya pun mencoba berbagai macam Dari tips2 yang ada di internet (saya tidak merekomendasikan ini, Karena ternyata istri saya masih juga belum Kembali kepada saya!!!)

Saya mencoba mengunjungi suatu web yang mengiklankan sebuah produk yang katanya adalah bisa mengembalikan pasangan yang selingkuh dalam waktu 7 hari. Saya tadinya berpikir bahwa situs ini hanya tipuan. Tetapi saya mencoba untuk memesannya.

Beberapa hari setelah pemesanan Sarana Ini, paket saya dikirim ke rumah saya. Selain mendapatkan paket sarana, saya juga mendapatkan bimbingan dan arahan demi keberhasilan hajat saya menyelamatkan rumah tangga saya.

Akhirnya, Saya menemukan ” jalan keluar “.

7 hari sudah saya melakukan bimbingan dengan Ibu Ning Asmara, dan di hari ke 7 ternyata belum menampakan perubahan, istri saya belum kembali. Namun Alhamdulillah saya bersyukur, ke esokan harinya, tepat hari ke 8, istri saya tiba tiba menghubungi saya minta dijemput dan bersujud meminta maaf kepada saya, dia menyesal atas perbuatannya.

Saya merasa bersyukur sekali, terima kasih Ning Asmara.

Jika Anda adalah salah satu yang mengalami hal seperti saya. Semoga cerita saya dapat membantu Anda 🙂 Semoga beruntung semuanya.

Pengiriman barang dilakukan dengan cepat, aman dan sangat rahasia.S

Diskusi

127 pengguna meninggalkan 203 komentar

18/2/2021

Dini Amira

Kemarin saya juga menggunakan sarana ini, alhamdulillah semoga berkah.

15/2/2021

Donita

Terima kasih atas sarannya sewaktu itu untuk menggunakan Mustika Perindu. Seperti namanya, pelanggan saya jadi semakin rindu untuk kembali dan kembali lagi ke toko saya. Alhamdulillah. Sekarang, saya sudah memiliki banyak pelangga setia

11/2/2021

Selfi

Suami saya ingin bercerai dan menikah lagi dengan seorang wanita muda. Pas konsultasi dengan Ning Asmara lewat telepon, beliau menyarankan pada saya untuk menggunakan Mustika perindu. Alhamdulillah. Tanpa banyak usaha yang saya lakukan, tiba-tiba suami menggagalkan niatnya untuk menikah lagi. Saya pun tidak banyak bertanya. Hanya mampu bersyukur pada Tuhan dan berterima kasih pada Ning Asmara

10/2/2021

Anindita

Terima kasih Ning Asmara atas energi yang diritualkan untuk Mustika perindunya. Setelah menggunakannya, saya merasa lebih berani dalam berkomunikasi dengan banyak wanita. Tidak hanya sekedar komunikasi, saya pun lebih percaya diri untuk mengajaknya kencan! Saat ini saya sedang dekat dengan beberapa wanita. Semoga saya bisa mendapatkan yang paling cocok untuk saya. Mohon doanya ya.

10/2/2021

Sutiyo

Alhamdulillah berkat ijin Tuhan Yang Maha Esa, melalui minyak buluh perindu, saya dan pasangan yang saat ini tengah membina hubungan jarak jauh, tidak lagi merasakan keresahan dan kekhawatiran.

Sebelum menggunakan minyak buluh perindu, saya dan pasangan kerap kali bertengkar, salah paham dan saling mencurigai satu sama lain. Saat ini saya berdiam di Wisconsin, Amerika Serikat untuk mengejar gelar S2, sedangkan pasangan tengah meniti karir di Bandung, Indonesia. Meskipun berada di luar negeri dengan segala kecanggihan teknologinya, saya tetap orang Indonesia yang tidak bisa lepas dari ilmu dan adat Kejawen.

09/2/2021

Hendrawan

Mustika Perindu benar-benar bisa membuat tunangan saya kembali pada saya. Awalnya saya tidak percaya. Bagaimana mungkin, sebuah minyak mampu mengembalikan hati yang sudah pergi? Namun, karena saya sangat mencintainya dan ingin ia kembali pada saya, maka saya bulatkan dan yakinkan tekad untuk memanfaatkan minyak buluh perindu.

Share on Your Social Media